Bercerita

Thursday, March 17, 2011

Jemari ini mengukir kata sembari memasukan data,
menuliskannya tanpa tinta tapi siapa saja masih bisa membacanya.

Dipijatnya tombol-tombol itu sesuai perintah majikan,
kadang lembut kadang kasar, tergantung ibu majikan lagi semangat atau semaput mengantuk.

Huruf bertemu huruf, kata menyapa kata, kalimat berkumpul dengan kalimat.
Masing-masing bertugas menyampaikan makna.

Satu persatu dirangkai sedemikian rupa.
Meski terasa biasa saja tapi susunan itu kini punya cerita.

Nak, Bunda hanya ingin bertutur melewati halaman warna-warni ini.
Meski pun tidak sewangi buku diary,
tapi perjalanan kita tetap semerbak kasih sayang Ayah dan Bunda.

Menulis sebuah kisah perjalanan,
mengais rejeki masa depan,
menangis bahagia menanti kelahiran.

*Ditulis Bunda, saat menunggu ayah tandatangan kontrak pekerjaan baru.
*Lembarannya kini berganti halaman, semoga lebih seru.

Senin, 14 Maret 2011

  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. selamat ya ayah bobby, semoga kontrak baru rezekinya tambah banyak & Barakallah buat kalian sekeluarga :)

    ReplyDelete
  2. ah..sis, it's really touching... sob sob.. ;)

    ReplyDelete