lo(la)na by Fifi Alvianto
2011 - 2013

All rights reserved

More info contact :

fromfifi [at] gmail [dot] com
Monday, May 2, 2011

Panggilan & Nama

Kata ibu dokter confirm 99% baby-nya perempuan. Heum.. ternyata diluar dugaan saya yang selama ini mikir suka berasa kucel dan males berdandan, dimana katanya itu hamil bayi laki-laki. So it's a baby girl, Alhamdulillah.

Sempat ada pembahasan menarik soal memanggil orang tua dan kakek nenek. Saya dan suami memilih 'Ayah' dan 'Bunda' karena kalau saya dari jaman kecil aja udah mikir bila jadi orang tua maunya dipanggil Bunda, hehe, sementara panggilan Ayah mengikuti saja biar cocok. Lalu apa panggilan Kakek Nenek-nya? Orang tua saya maunya 'Abah' dan 'Ambu' yang mana artinya bapak dan ibu dalam bahasa Sunda, sementara mertua berdarah Sumatra sudah biasa dipanggil 'Datuk' dan 'Nenek'.

Sekarang ini kata ibu saya (panggilan sehari-harinya mama, tapi lebih enak nulis ibu hehe), ada trend dimana mereka tidak mau lagi dipanggil Kakek atau Nenek karena ga keren, jadi hadirlah banyak sebutan baru. Misalnya tante saya yang dipanggil 'Ninda' artinya nin (nenek dalam bahasa Sunda) muda, dan 'Kiteng' atau aki (kakek dalam bahasa Sunda) ganteng. Ada juga yang maunya dipanggil Bunda atau Mama juga, meskipun berstatus sebagai nenek. Atau 'Anti' alias auntie untuk panggilan bibi, dan saya dipanggil 'Mimi' (tidak tahu juga asalnya kenapa mimi) oleh keponakan.

Sebutan yang variatif ini ternyata menarik, Papa Mama adalah hal yang sebenarnya berupa bahasa saduran tapi menjadi hal biasa sekarang, dan digunakan oleh siapa saja termasuk saya, Bapak Ibu terdengar lebih membumi, Abi Ummi panggilan dengan nuansa Islami, atau mungkin Papi Mami dan Daddy Mommy yang sangat kebarat-baratan. Semua adalah satu panggilan yang sama untuk orang tua.

Jadi memilih panggilan itu sebenarnya secara tidak langsung ingin mengajarkan kepada anak nilai-nilai budaya yang ada di dalam keluarga kita, makanya saya ingin menggunakan bahasa Indonesia dicampur bahasa daerah supaya anak tidak lupa dengan lingkungan dimana dia dibesarkan. Lalu bagaimana dengan nama anak? Akankah akar budaya mempengaruhi namanya?

Kali ini saya lebih memilih untuk menggunakan nama yang Islami dibanding nama dari budaya. Ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan tentang nama bayi dalam Islam, sebagai mana yang dikutip dari tipsbayi.com :
  • Sebaik-baik nama adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahmaan (Al-Hadits).
  • Nama yang paling sesuai adalah Harits dan Hammaam (Al-Hadits).
  • Nama yang paling buruk adalah Harb dan Murrah (Al-Hadits).
  • Dilarang menggunakan nama Barrah (Al-Hadits).
  • Dilarang menggunakan nama sesembahan selain Allah, seperti ‘Abdul Ka’bah, dan sebagainya.
  • Dilarang menggunakan Asmaa-ul Husnaa jika tidak memakai ‘Abdu di depannya.
  • Sebaiknya tidak menggunakan nama-nama malaikat.
  • Dianjurkan untuk tidak menggunakan nama-nama yang terlalu panjang. Kebanyakan nama-nama bayi Islam di zaman Nabi SAW adalah singkat.
  • Karena nama bayi Islam adalah dalam bahasa Arab, dianjurkan untuk memilih nama yang mengandung huruf-huruf Arab yang mudah diucapkan oleh lisan “Indonesia” secara benar, sehingga tidak merubah arti nama tersebut.
Sebetulnya sangat tidak mudah memilih nama yang sekiranya menjadi doa yang baik. Saya sebenarnya sudah punya satu nama andalan (dari sebelum hamil mau nama itu) tapi masih bingung perihal nama belakangnya, dan mungkin nanti saja memasuki trimester 3 baru mikir. Sekedar share info menarik dari babycenter.com soal pemberian nama, silahkan klik artikelnya [disini] 8 perangkap yang perlu diperhatikan dalam memberi nama bayi :
  1. The nickname trap.
  2. Embarrassing initials.
  3. A lifetime of corrections.
  4. Overpopularity.
  5. Problematic name pairings.
  6. Humiliating e-mail handles.
  7. Names not to live up to.
  8. So-so meanings.

In the end, pemilihan nama itu sedikit tricky, harapannya ingin yang baik tapi selipan tidak sengaja yang memberi kesan salah masih mungkin terjadi. Sulitkah bagi para orang tua saat memilih nama
anak mereka? Saya sih bilangnya susah ya.

10 comments:

  1. hmm, nice articel mba, aku juga lagi bingung nyari nama buat baby ku, aku pengen kasih nama yang indonesia banget, tapi ortu maunya yang islami.. hehehhe
    semoga bisa nemu nama yang bagus dan baik ya mba :)

    ReplyDelete
  2. Hehe sama2, semoga dirimu pun ketemu nama yang cocok dan berjodoh. Pilih nama anak tanggung jawabnya besar, dibawa seumur hidup jadi aku takut serba salah hehe...

    ReplyDelete
  3. setuju... suliiiitttt milih nama yg bgs. Saran jg dr tmn gw klo udh ktmu nama yg kira2 akan dipakai coba ks tau ke org lain (pihak ketiga gtu) dan cari tau apa tanggapannya. jgn2 terdengar ajaib atau gmanaa gtu. kami jg lagi pusyingggg.. mari mencarih..

    ReplyDelete
  4. Ayu, bener banget milih nama pusying, banyak yang bagus tp ternyata kedengeran aneh buat orang lain. Hehe boleh bgt itu tipsnya, sebelum di publish ditanyain dulu responnya ke pihak ketiga :D

    ReplyDelete
  5. kalo kumpi apaan ?

    ReplyDelete
  6. Hehe Grace maksudnya kumpi itu apa ya? sampe bingung soalnya ga nulis itu di postingannya :p

    ReplyDelete
  7. sekarang udah mau 37 minggu, dan gw tetep belum dapet namanya. List nama-nama anak perempuan yang artinya bagus sih udah ada, tapi tetep aja bingung ngerangkainya. Tunggu wangsit aja deh :p

    ReplyDelete
  8. Hehe gue aja br dapet nama Azzahra 2 hari sebelom lahir Mir :p Tiba2 aja ada yg sreg.

    ReplyDelete
  9. teh fifi orang sunda yah..? waah orang mana? saya aja tadinya pengen dipanggil abah sama ambu lho.. tapi misua ga sreg.. terkesan tua katanya.. hihi.. trus ditawarin buat dipanggil aba aja tanpa "h".. tetep aja mau.. akhirnya panggilannya jadi abi n ummi..

    eh eh.. numpang lewat yaa.. salam kenal.. ^^

    ReplyDelete
  10. Hihi abah dan ambu itu kocak sebnernya, jadi selalu inget Kabayan, di rumah kan kakek nenek Lola manggilnya Abah dan Ambu, sampe sekarang suka ngerasa ini keluarga Sunda banget :P Salam kenal juga...

    ReplyDelete