Saturday, October 11, 2014

Mengajari Balita Berenang
10/11/2014

Mengajari Balita Berenang

"Berenang yuk", 2014
(Lola 37 months)

Mengajari anak balita untuk bisa berenang menurut saya bukan hal yang mudah, belum lagi jika dari awal keinginannya hanya bermain air saja, tetapi tidak mau mencoba gerakan berenang. Saya sempat berpikir ingin mengajak Lola untuk les berenang saja, namun merasa kurang nyaman karena kebanyakan pelatih adalah pria.

Hasil googling, ternyata ada beberapa trik untuk mengajarkan anak bisa berenang sendiri. Berikut kesimpulan dari beberapa artikel yang saya temukan, cukup mudah jika diterapkan sendiri, jadi silahkan mencobanya. Oh ya ini hanya berlaku untuk proses pelatihan usia 2-4 tahun ya. Usia diatas itu sudah lebih advanced lagi metodenya.

1. Siapkan alat penyelamat, mungkin sekaligus regu penyelamatnya.
Jadi jika ingin mengajari anak berenang, rasanya tidak mungkin di kolam yang dangkal, mau tidak mau sudah memasuki kolam yang dalam. Sebaiknya siapkan ban peyelamat, dan pasangkan juga pelampung jika anak baru pertama kali diajarkan, karena khawatir dia panik. Regu penyelamat itu bisa pengawas kolam renang atau orang lain yang ada di rumah yang sekiranya sigap membantu jika terjadi sesuatu.

2. Pastikan mereka tenang, merasa ditemani oleh orang tua.
Saya selalu ingat ekspresi Lola jika dia hanya berenang sendiri memakai ban, sudah pasti ada rasa takut dan tidak ingin berlama-lama di dalam air. Jadi membuat rasa nyaman adalah hal utama sebelum memulai belajar berenang.

3. Kenali area stepping.
Ajak anak duduk di area stepping, dimana dia akan mengetahui bagaimana bila harus berenang lalu naik ke permukaan dengan mudah. Gunakan mainan dan kenali kedalaman air. Pada area stepping kita bisa memberitahu bahwa itu area dangkal, dan begitu pun steps selanjutnya. Pastikan mereka tahu seperti apa kedalaman air yang akan diselami.

4. Bermain bubbles. 

Saat duduk di area stepping, kenali cara bernafas di air. Cukup ajak anak mendekatkan wajahnya pada permukaan air kemudian perlahan tarik nafas dan memasukan wajah sambil meniupkan udara. Permainan bubbles ini selain menghindari anak takut memasukan kepala ke dalam air, juga belajar mengenali cara bernafas dengan tenang dan tidak panik.

5. Tendang air.
Memulai belajar menendangkan kaki di dalam air akan membutuhkan tenaga, apalagi seorang anak kecil masih belum bisa menekuk lalu meluruskan kaki dengan sempurna. Ajari anak menendang di dalam air hingga sudah lurus posisi kakinya.

6. Tenggelamkan benda atau mainan.
Carilah benda yang agak berat, kemudian tenggelamkan. Tujuannya melatih anak berani mendekati air. Minta mereka mengambilnya dari dasar air dangkal di dekat stepping. Hal ini awal melatih keberanian mereka mendekati air.

7. Naik ke pundak.
Mengajak anak menenggelamkan badan tanpa ban berenang bukan perkara mudah. Biasanya Lola menjadi panik karena khawatir tenggelam jika masuk ke dalam kolam tanpa bantuan alat pelampung. Ajaklah naik ke atas pundak kita, dan meyelam perlahan hingga posisi sedada anak. Kemudian ajak berkeliling kolam renang.

8. Menyelam.
Setelah anak merasa nyaman berada di tengah kolam, siapkan aba-aba untuk menyelam dan ajak untuk menarik nafas. Kemudian mintalah menahan nafasnya saat di dalam air, usai diberi aba-aba 1-2-3. Ketika muncul perlahan ke permukaan, katakan untuk tidak mengucek mata, cukup mengelapnya dari atas ke bawah.

9. Kenali dinding dan pinggir kolam renang.
Sekarang saatnya memberitahu bila terjadi sesuatu, segeralah cari dinding terdekat untuk menyelamatkan diri. Kemudian ingatkan untuk menaruh tangannya diatas pinggir kolam dan cobalah memanjatnya.

10. Kembali menyelam.
Waktunya melatih pernafasan dan membuka mata di dalam air. Hal ini paling membutuhkan kesabaran karena ini bisa menjadi hal yang menakutkan. Bahkan saya sendiri masih sulit membuka mata di dalam air.

11. Mengapung.
Biasanya badan anak tegang saat masuk ke dalam air, dan mengajari untuk mengapung butuh berlatih. Mintalah badannya untuk tertidur lemas dan gunakan pundak kita sebagai bantal. Ajak anak menahan nafas agar badan lebih ringan. Perlahan kita berjalan mundur melepaskan pundak dari kepala anak, agar dia bisa terlentang mengapung sendiri. Jika sudah bisa, mintalah mereka menggerakan tangannya perlahan-lahan.

12. Meluncur.
Gunakan salah satu tangan kita untuk menahan dada anak, dan satu tangan lagi menahan kakinya. Katakan untuk meluncur dengan wajah di dalam air. Kemudian pastikan tangan anak lurus ke depan namun diatas permukaan air. Usai aba-aba 1-2-3, ajaklah mereka untuk meluncur dari dinding kolam. Lakukan terus hingga tidak lagi membutuhkan bantuan kita. Jika sudah lancar, kita cukup memegang kakinya dari belakang, dan memintanya meluncur kembali.

13. Ajak anak belajar turun dari pinggir kolam (bukan stepping).
Siapkan anak untuk duduk di atas dinding kolam, dan mintalah memasuki kolam perlahan. Hal ini guna mengatasi rasa takut untuk meluncur ke dalam kolam renang.

14. Ajaklah berkeliling.
Latih anak untuk bisa menggerakkan badannya didalam kolam renang, dan yakinkan bahwa kita berada di dekatnya. Perlahan lepaskan pegangan tangan anak, kemudian pegang erat kembali jari mereka, dan begitu seterusnya hingga anak betul-betul berani untuk bermain di dalam air tanpa bantuan alat pelampung lagi.

Usia 2-4 tahun cukup mengajarkan metode perkenalan terlebih dahulu seperti yang diatas, dan jangan terburu-buru ingin mengajarkan langkah yang sudah lebih sulit. Ingat ini bukan kompetisi, biarkan anak belajar sesuai dengan usianya agar mereka tidak tertekan.

Selamat berenang ya.

0 comments :

Post a Comment