Monday, August 31, 2015

"Bermain ke istana", 2015
(Lola 4 tahun, Lana 2 tahun)

Bermain ke Taman Mini Indonesia Indah, mungkin bukan menjadi pilihan bagi banyak keluarga perkotaan masa kini, kesan yang didapat pasti tempatnya sudah jadul. Siapa yang tidak ingat Istana Anak-Anak yang berdiri megah ini? Kita pasti sangat ingat masa-masa 90'an pernah kesini bukan? Begitu pun saya, terakhir masuk ke dalam istana sekitar SD.

Kami kemarin bermain kesini secara spontan, kebetulan sedang bosan pergi ke mall dan alternatif terdekat adalah TMII hanya 10 menit dari rumah. Sebetulnya sudah terlalu sore, hampir pukul 4.30, dimana istana ini sudah ditutup. Tiket masuk hanya Rp. 10,000 saja diluar tiket masuk TMII. Di dalamnya ada area playground luas, namun jujur saja sangat terlihat kuno kurang terawat dan harus membayar setiap atraksi permainannya sebesar Rp. 10,000. Disini juga disedikan kereta api mini yang mengelilingi areal Istana Anak dan kolam renang yang cukup luas.

Jika ingin mencoba menghabiskan sore hari ke tempat bermain outdoor, Istana Anak ini bisa menjadi pilihan, karena mereka bisa bebas berlarian dan bermain, tetapi jangan berharap banyak ya, karena memang fasilitasnya kurang terawat menurut saya. Saya tidak memotret area permainannya karena kurang menarik, hehe.
Istana Anak TMII
8/31/2015

Istana Anak TMII

Saturday, August 29, 2015

"Selamat umur 4 dan 2 tahun, Lola dan Lana", 2015

Beberapa hari yang lalu, anak-anak menginjak usia baru mereka. Kakak Lola 4 tahun dan Lana 2 tahun. Hari kelahiran mereka hanya berselang beberapa hari saja, sehingga memudahkan kami untuk menyenangkan mereka secara bersamaan. Tidak ada acara spesial tahun ini hanya mengajak mereka menginap di hotel terdekat, dan itu pun karena kakak yang ingin di hari spesialnya pergi berenang dan menginap di hotel.

Di hari sebelumnya, mereka sudah sibuk menanyakan akan mendapatkan hadiah apa. Lalu saya tanyakan kepada mereka sedang mau apa, mengingat begitu banyak mainan di rumah, maka saya meminta mereka untuk tidak membeli barang yang sama jenisnya. Awalnya mereka ingin sekali Baby Alive sejak beberapa bulan lalu, namun akhirnya masing-masing menggunakan THR lebaran sendiri untuk membeli boneka Baby Alive. Saat membeli kado pun saya mengajak mereka, namun anak-anak sama sekali tidak menyangka kalau saya membelikan mereka kado, karena saat di toko saya meminta SPG-nya untuk dibungkuskan saja kadonya, sementara Lola dan Lana sedang sibuk bermain di tokonya. Kakak Lola ingin punya kasir-kasiran, sementara adiknya Lana ingin peralatan membuat kue.


Keesokan harinya saya dan suami membuat kejutan kecil, dan anak-anak pun begitu riang gembira sekaligus terpana melihat ada kado besar. Selamat ya anak-anak kecilku, semoga di usia kalian yang baru dapat menjadi anak-anak yang semakin pintar, mandiri dan sholehah. Salam sayang buat kalian. Tetap lucu dan menggemaskan ya.

PS : Ini baru sadar, bajunya baru kemarin di publish eh dipake lagi, hahaha.


Happy Birthday Lola & Lana
8/29/2015

Happy Birthday Lola & Lana

Thursday, August 20, 2015






"Reuse your crayons", 2015
(Lana 1 tahun 11 bulan)

Kerap kali anak-anak mematahkan crayon atau lebih tepatnya menghancurkan crayon. Sayang ya kalau setiap dibelikan atau setiap tahun ajaran baru, crayon tersebut pada akhirnya cuma terlihat berantakan.

Agar crayon bisa disatukan kembali, sebetulnya sangat mudah, ada 3 cara yaitu panci dan air mendidih, microwave atau di oven. Saya memilih menggunakan oven karena lebih praktis. Berikut ini tips dari saya :
  1. Pastikan tidak ada label kertas menempel di crayon, kita bisa menyuruh anak-anak yang menguliti sekaligus bermain sensory.
  2. Siapkan cetakan untuk membuat kue dan isi dengan crayon yang sudah berukuran kecil-kecil. Boleh dicampur warnanya atau tetap senada.
  3. Bahan dasar crayon sebaiknya bukan yang terlalu oily dan greasy, agar tekturnya saaat selesai tetap bagus tidak bergelembung.
  4. Panaskan oven di suhu 150 derajat celcius, selama 10 menit. 
  5. Setelah selesai, aduk crayon agar tidak ada gelembung dan rata permukaannya.
  6. Diamkan di suhu ruangan sampai cetakan kue tidak panas.
  7. Masukan ke dalam freezer selama 30 menit.
  8. Jika sudah selesai, balikan cetakan kue pada permukaan seperti sofa atau gunakan lap dan handuk, sebab bila crayon dikeluarkan dan menyentuh permukaan keras seperti meja, makan akan pecah.
  9. Beberapa crayon jika digabungkan dengan merek lain, biasanya ada yang tidak berhasil keluar warnanya setelah dibentuk ulang, jadi sebaiknya campurkan 1 merek saja pada 1 mangkuk cetakan.
  10. Untuk bentuk lebih lucu, bisa juga gunakan cetakan coklat yang mungil dan biasanya unik.
Selamat mencoba ya. Seru loh reuse seperti ini. Saya teringat ingin melakukan daur ulang ini saat cukup stress melihat crayon bertebaran kecil-kecil setiap anak-anak menggambar. Merapihkannya itu loh, lelah bukan? Nah satukan kembali dan beberes pun lebih mudah.
Melelehkan Crayon Lama
8/20/2015

Melelehkan Crayon Lama

Wednesday, August 19, 2015

"Libur 17 Agustusan", 2015
(Lola 3 tahun 11 bulan, Lana 1 tahun 11 bulan)

Aston Hotel & Resort Bogor ini pernah ada di artikel saya yang [ini] dimana saat itu usia Lola masih 10 bulan. Kunjungan kali ini bukan di kamar apartemennya, kami sekeluarga menginap di kamar hotel. Perbedaannya untuk apartemen ada yang tipe 2 kamar, sehingga lebih enak jika membawa 2 keluarga, berhubung kemarin ada 2 keluarga dan mertua, maka kami pun harus memesan 3 kamar terpisah. Untuk kamar saya tidak sempat memotret karena anak-anak sudah heboh ingin berenang, tapi kurang lebih sama persis dengan di website resmi.

Kamar Aston ini dilengkapi sofa panjang, sehingga tidak membutuhkan extra bed jika membawa pengasuh. Meskipun dilengkapi dengan balkon, kamar ini terlihat lebih kecil dari tipe apartemen. jarak furniture terlalu berdekatan sehingga kurang terasa lega. Fasilitas di kamar juga biasa sekali, padahal tempat ini terhitung sebagai resort.

Lupakan kamar, mari kita keluar. Kolam renang Aston terdiri dari 3 level area, dimana kolam anak sebetulnya ada di ketiga area ini. Bayangkan luas sekali area berenangnya. Kemudian Kids Club juga lengkap dan luas. Tidak hanya itu, pada hari weekend, terdapat agenda Little Chef, dimana anak-anak dapat mengikuti kelas memasak seharga Rp. 75,000 saja di area Pool Bar dan tentunya mendapatkan topi dan appron lucu itu.

Kebetulan kemarin bertepatan dengan liburan 17 Agustus, maka diadakan lomba anak-anak dan orang tua. Seru dan cukup menantang bagi anak kecil. Lola baru pertama kali ikut 17 Agustusan, sehingga dia tampak bingung di setiap permainan, hahaha.

Makan pagi dan malam disini enak, banyak pilihan. Favorit saya kue cubit pun ada disini. Sayang karena kemarin long weekend, penuh sekali restonya. Dan yang paling disayangkan, adalah lokasi kamar kami bertepatan dengan ruang pantry, dimana semua staf hotel sibuk bolak-balik ke ruangan dengan pintu model banting itu. Sehingga hampir tengah malam kami tidak bisa tidur, karena sangat berisik dengan para staff yang masih sibuk membanting pintu tersebut. Saya tidak mengerti kenapa ada yang membuat kamar di depan ruang pantry??

Tapi secara keseluruhan, hotel ini sangat menyenangkan untuk membawa serta keluarga dan anak-anak. Harganya pun bersaing dengan hotel lain di Bogor, namun fasilitasnya paling juara.

PS :
Kali ini saya menggunakan Diaper Bag BabyMel dengan model seperti diatas. Sungguh ini diaper bag terenak yang pernah saya punya (ini juga diaper bag BabyMel ketiga saya). Selain muat banyak, tidak menggembung dan kantongnya yang zipper atas dan flip bagian depan bisa menampung segala barang.
Aston Hotel & Resort Bogor
8/19/2015

Aston Hotel & Resort Bogor