lo(la)na by Fifi Alvianto
2011 - 2013

All rights reserved

More info contact :

fromfifi [at] gmail [dot] com
Wednesday, January 18, 2012

ASI Lebih Bergengsi

ASI atau Air Susu Ibu adalah sesuatu yang banyak merubah gaya hidup dan persepsi saya. Sebelum jadi ibu dan berkenalan dengan ASI, dimana jauh sebelum saya nikah, yang saya tahu kalau bayi menyusui ya dikasih susu. Tidak tahu apa yang membedakan ASI dengan susu fomula dari sapi (sufor). Saya pun tumbuh di lingkungan yang sebagian besar memberikan susu formula kepada bayinya. Termasuk orang tua saya sendiri, yang memang tidak ASI Eksklusif 6 bulan, dan langsung campur sufor.

Oke sampai disitu ilmu saya tentang ASI hingga tiba saatnya saya hamil dan banyak membaca artikel maupun forum, serta follow akun seperti @aimi_asi dan @ID_AyahASI untuk para ayah yang mau ngedukung istrinya ASI. Dari semenjak itu terbukalah mata saya terhadap pentingnya seorang ibu untuk WAJIB memberikan ASI eksklusif. Kenapa harus ASI? Wah banyak banget keuntungannya, dan kenapa jangan susu formula? Nah itu bisa di googling sendiri di internet sampai kita akan bisa melihat betapa kurang baiknya memberikan susu formula untuk bayi. Selama ini terlalu banyak konsumen yang terkena kibulan produsen susu dengan kandungan yang dijual di dalam susu formula.

Saya ga akan cerita tentang apa manfaat ASI karena bisa dicari sendiri ilmunya dan terlalu panjang untuk dibahas (lagi pula ASI adalah susu terbaik yang dikaruniai Tuhan, jadi jangan pernah samakan kehebatannya dengan susu formula). Disini saya akan cerita betapa ASI itu sungguh bergengsi dikalangan ibu masa kini.

Seorang ibu yang memutuskan untuk ASI eksklusif setidaknya membutuhkan 50% lingkungannya untuk mendukung. Hari gini masih banyak loh orang yang ngebangga-banggain anaknya sehat karena susu formula, padahal anak susu formula hampir sebagian besar overweight dan mudah alergi (googling sendiri ya untuk cari tahu). Nah statement anak gendut inilah yang suka dipersepsikan jadi anak sehat, padahal SALAH BESAR. Ujung-ujungnya kalau sang ibu kurang informasi dan belajar, bisa jadi malah ikutan ngasih sufor.

Jadi ketika kita memutuskan untuk ASI, pastikan mental kita udah kuat dan lingkungan mau membantu. Beruntung ibu saya sekarang pro ASI dan sangat ngebantuin saya ngajarin Lola minum ASI Perah (akhirnya Lola berhasil juga minum ASIP di umur udah mau 5 bulan ini), juga semua teman saya adalah pejuang-pejuang ASI, dan akan melakukan apapun demi memberikan anaknya asupan ASI. Bisa dibilang merekalah satpam ASI yang saling mengawasi satu sama lain. Nah setelah ditilik lagi, saya menyadari sekarang hampir semua yang saya kenal pro ASI dan malah ada statement yang mengesankan kalau ibu ASI itu keren!

ASI itu lebih bergengsi. Kalau para ibu yang banyak baca dan aktif di social media, pasti akan turut bangga telah menjadi bagian dari ibu yang pro ASI. Kini kencenderungannya bukan hanya karena ASI itu sangat bagus manfaatnya tapi lebih kepada gaya hidup sehat serta betapa hebatnya mereka para ibu atas waktu yang diluangkan untuk memberikan ASI. Working mom dengan alat tempur pompanya agar bisa memberikan ASI perah kepada anaknya, dan full time mom yang selalu siap sedia menyodorkan ASI dan menemani menyusui untuk anak kapan saja. Lagi pula ASI itu gratis, ngapain ngeluarin uang jutaan perbulan cuma untuk susu formula, mending ditabung untuk dana pendidikan toh.

Saya yang baru jadi ibu, melihat situasi ASI yang sekarang kembali booming ini sebagai sesuatu yang menenangkan. Selain dukungan yang bertebaran, juga informasi yang disediakan oleh berbagai pihak tentang baiknya ASI semakin menjamur. Rasanya semakin percaya diri bisa lulus ASI S1 (sampai 6 bulan), Insya Allah sampai S2 (1 tahun), apalagi bisa sampai S3 (2 tahun), keren banget deh kalau bisa tercapai.

Hadangan dan tantangan untuk ibu yang ASI juga banyak loh meski udah bermental baja, karena ada aja yang bilang kalau anak kita kurang asupannya makanya mesti ditambah sufor, nah kalau kayak gini nih, cukup jawab, "Pasti ga banyak baca ya, asupan gizi dalam ASI adalah yang terbaik mengalahkan merk susu formula semahal apapun". Tantangan lain juga bisa berupa perbandingan anak ASI dengan anak sufor yang gendut. Lagi-lagi gendut bukan patokan sehat, apalagi overweight. Wah kalau uda jadi ibu pasti bisa ngerasaain deh betapa gempuran susu formula itu kadang bisa bikin panas kuping.

In the end, saya nulis ini cuma mau mengucapkan selamat kepada para ibu yang pro ASI. ANDA ADALAH IBU PALING KEREN. Dan saya ga mengecilkan hati untuk ibu yang kasih susu formula, karena itu adalah pilihan pribadi. Cuma mungkin bisa mulai dicari infonya kalau memang mau full kasih ASI lagi dan stop susu formulanya. Percayalah Tuhan sudah memberikan yang paling bagus untuk umat-Nya, kenapa harus cari yang KW, hehe. Oh ya, banyak yang bilang dari lahir katanya ASI-nya ga keluar, kesalahan terjadi karena tidak dirangsang, sebaiknya bertemu konselor laktasi, jangan malah langsung dicucurin susu formula. Kan ada yang namanya relaktasi, bagi para ibu yang ASI-nya terasa mulai seret.

Semoga di 2012 ini semakin banyak para ibu yang lebih mengerti betapa pro ASI sudah mengalahkan gengsi susu formula yang mahal itu. Seriously bu, kita keburu tumbuh besar dalam lingkungan yang percaya kalau susu sapi itu baik untuk bayi padahal tidak. Jadi ga bakalan langsung percaya kalau susu formula itu kurang baik.

Sekian dan maaf yah kalau ada sedikit kata yang menyinggung, karena tulisan ini dibuat murni sebagai pengalaman saya dan semoga bisa menginspirasi para calon ibu untuk bisa pro ASI. Yes you can. Untuk anak pasti mau ngasih yang alamiah, paling sehat dan terbaik kan :)

21 comments:

  1. selamat menyusui dan jadi pejuang ASI sejati buat Lola, mbak Fifi!

    ASI emang the best dan ciptaanNya paling baik & sempurna. ;))

    ReplyDelete
  2. Jangankan bayi, aku dan suami aja udah ngurangi asupan susu sapi seperti susu UHT gitu. Dan kbetulan juga jarang ngonsumsi keju atau eskrim (yg mengandung susu juga).

    Semoga mnak Fifi bisa sukses sampai ASI S3 buat Lola ya :)

    ReplyDelete
  3. Aminnnn Nana, smoga dilancarkan jadi pejuang ASInya

    ReplyDelete
  4. Tyka, sama bangettt, dulu aku kira susu bagus buat badan kita ternyata banyak engga bagusnya, jadi jarang deh konsumsi dairy products sekarang.

    ReplyDelete
  5. Mantab Fi.. Semoga Lola sukses ASI sampai S3 yaa.. ASI memang is the best deh. :)

    ReplyDelete
  6. yes mbak,etuju!!ASI itu dari Allah,jd ga ad yg bisa gantiin..mudah2an ASI buat baby lola lancar yaa mbak

    ReplyDelete
  7. semangat mbaaa... ibuku dulu lulus S3 lho ngasih ASI ke aku.. eh malah S3 ++ soalnya aku smp 3 taun sih, hahahaha...


    btw mba,,,kl susu yg katanya untuk bantu persiapan hamil gmn?

    ReplyDelete
  8. Hallo Fifi, sepertinya kita pernah ketemu di KMC, pas Baby Lola lagi mau ditimbang :D hihii.. anyway, semoga sukses jadi pejuang ASI-nya, saya juga berjuang mati-mati-an supaya bisa menyusui Menik, ditambah pake kasus tongue tie dan berat badan sempet turun dulu gara-gara susah nyusu, kalau kurang pengetahuan dan dukungan, pasti udah patah arang.. Hidup pejuang ASI :)

    ReplyDelete
  9. @Anggi Amiinnnn, semoga bisa, meski deg-degan juga hihi. Klo taunya macet ditengah jalan pasti sedih.

    ReplyDelete
  10. @Mirza Iyahhh semoga engga seret ASInya karena mumpung gratis maunya maksimallll, hehe. Sampai pabriknya tutup, atau mungkin lanjut terus buka sampai dedeknya Lola :p *loh.

    ReplyDelete
  11. @Koesoeo Aminn, iyah ternyata susu persiapan hamil ga ada pengaruhnya, tp kebetulan aku emang doyan rasa susu hehe, jd demen aja minumnya meski konon tdk ada banyak kegunaan kata penelitian.

    ReplyDelete
  12. @Sazkia Wah ketemunya pas kapan? terakhir kesana pasien terakhir jam 10 mlm hihi. Klo ketemu lagi sapa aja ya... Semangat terus jd pejuang ASI :)

    ReplyDelete
  13. waaaa semangat terus ya mbak fifi..semoga baby lola lulus sampe S3 yaaa...aaamiinnn :D

    mudah2an saya juga bisa nanti!!! :D

    ReplyDelete
  14. Wah, aku tuh ud dr beberapa bulan yang lalu pengen 'curhat' tentang ASI. Mba fifi tulisannya bagus tentang ASI ini. Tapi aku sedih setiap baca artikel tentang ASI yang menurut aku sedikit memojokkan semua ibu-ibu yang ga kasih ASI eksklusif ke baby-nya, padahal mungkin kasusnya beda-beda, ga selalu karena ibu itu ga mau, kurang info, atau alasan lainnya. Termasuk aku, aku 6bln yg lalu sampe nangis berhari2 karena mati2an ga mau kasih Shanum sufor, walopun 1hari lahir (cesar 9bln kurang) dia langsung masuk ruang perinatologi, karena dr mulutnya keluar cairan bening setelah pertama kali mimik sama aku. Aku mati2an mompa sampe puting bengkak krna keluarnya dikit banget padahal dr hamil udah dibersihin udah dimassage. Aku mati2an bilang ke susternya, engga! Jangan kasih sufor. Aku bilang, selamat dan berhagialah ibu-ibu yang dikasih kelancaran untuk segalanya, lahir pas bulan, normal, bisa langsung IMD, kelenjar ASI banyak, baby sehat, bisa langsung pulang, keluarga mendukung, thats a gift for u all, moms. Tapi mungkin coba sesekali menempatkan diri di ibu2 di kondisi yang diluar biasa. Ga ada yg bisa nandingin sedihnya lihat bayimu baru 1 nangis sampe biru bibirnya karena haus. I¥å, bayi baru lahir bisa tahan beberapa hari ga minum apa2. Tapi kalo bayimu 12hari di ruang perina, kamu ga bisa tiap hari mendekapnya, membiarkannya tidur sendirian di box dengan selang2, dan produksi ASImu hanya 50ml sehari, coba bayangkan rasanya. Sekali lagi aku bilang, selamat dan berbahagialah buat ibu-ibu keren pejuang ASI. Tapi judul2 dan statement2 tentang ibu+ ASI ini mungkin harus lebih diperhatikan dan dibuat tanpa memojokkan atau menjudge atau merendahkan ibu non asi, atau non asi eksklusif, whatever, karena soal parenting itu personal & sensitif sekali kasusnya :)
    Ahaa, maaf nyampah di sini mba fifi ”̮•ћë..ћë..ћë•”̮•

    ReplyDelete
  15. Hidup asi..... Rafa jga full asi mbak....
    Silent reader yg baru berani kasi komen....hehehe
    Rafa ama lola seumuran mbak....rafa lahir 5 agustus....

    ReplyDelete
  16. @Lomita Amiiiinnnn.. Smoga lancar jaya :)

    ReplyDelete
  17. @Dhila hai Dhilla, maaf kalau tulisannya malah jadi memojokkan, tapi mau share sedikit. Aku dilahirin 7 bulan (berat kurang dari 2 kg) dan harus masuk inkubator 2 minggu, nah ibu juga udah berusaha banget kasih ASI tapi gagal keluar, akhirnya pas usia 2 minggu berhenti sama sekali. Yess I feel you, ibu apa lagi pasti lebih ngerasaain, mana jaman dulu susu formula khusus bayi prematur susah banget.

    Tulisan ini murni dibuat utk para ibu yang memang nyerah dari awal karena males ngasih ASI, jadi pointnya berbeda dengan ibu yang berusaha keras kasih ASI :)

    Tetap semangat ya...

    ReplyDelete
  18. @riestabacil Haiii Rafa udah bisa apa aja nih 5 bulan, ibunya bentar lagi mau MPASI, hehe antara seru dan deg-degan yaa...

    ReplyDelete
  19. salam kenal mba fifi..suka banget baca blog mba fifi semenjak aku hamil, tp baru skarang aku ikutan kasih comment :)

    aku juga ibu baru sejak tanggal 2 january kemarin..blog mba fifi sedikit banyak ngasih aku info masalah baby..

    aku jg working mom.. so, rencana selesai cuti nanti aku tetap mau jadi pejuan ASI&ngasih ASI u babyku, ASI kalo di pompa tahan berapa jam di suhu ruangan, berapa jam kalo masuk kulkas(bawah) and brapa jam kalo di freezer sih mba? mohon bantuan infonya lagi ya mba^^makasih...

    ReplyDelete
  20. Hehe trima kasih :) Selamat menikmati motherhood.
    Klo di luar kulkas dengan suhu ruangan itu tahan 4 jam aja, kalau di kulkas bawah 24 jam, dan klo di freezer yg terpisah pintunya bisa 3-4 bulan. Semangat ya jadi pejuangnya...

    ReplyDelete
  21. bunda fi, kl susu kedelai (bukan susu hewani) mgkin lbh aman dikonsumsi dewasa ya? (barusan baca)

    ReplyDelete