Monday, September 24, 2012

Working Mom
9/24/2012

Working Mom

Ok mari update kehidupan baru yang berbeda jauh dengan sebelumnya "The Stay-at-home Mom slash The Working-at-home Mom". Ya kini menjadi "Working Mom" (dalam artian pergi ke kantor seharian), dimana itu adalah pilihan yang tidak diprediksi tapi mungkin sedang saya nikmati. Tidak pernah terbayang sebelumnya akan kembali bekerja kantoran lagi dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore mengingat saya dulu resign karena sudah tidak mau kerja kantoran, but then I did it. Jadi pengen sharing kenapa dan bagaimana.

Kenapa kerja kantoran lagi, padahal udah enak berwirausaha dari rumah?
Karena saya tahu saya punya cita-cita besar yang perlu diwujudkan dengan usaha lebih keras lagi, dan saya perlu fokus untuk bisa menggapainya, salah satunya ya dengan bekerja diluar rumah alias ke kantor sesuai jam kantor pada umumnya. Berat awalnya karena harus menghadapi kemacetan Jakarta yang parah, terus nitipin anak ke ibu dan pengasuh, ditambah bangun lebih pagi lagi karena harus mengurus hal lainnya. Oh ya plus sama rasa lelahnya juga luar biasa.

Apa yang meyakinkan saya untuk berani mengambil keputusan itu?
Karena saya tahu bahwa saya juga perlu dana lebih demi menyelesaikan pembangunan rumah (dan mengisi rumah tentunya hahaha), makanya kerja lagi merupakan salah satu financial plan tercepat. Tapi goal besarnya ya saya ingin sebelum usia 30 tahun sudah bisa menghasilkan mahakarya dan sebuah perusahaan yang bermanfaat bagi banyak orang, meski mungkin kecil di mata orang lain.

Perlu perencanaan apa jika seorang ibu ingin kembali bekerja lagi?
Perlu keyakinan dari suami dan keluarga kalau saya sanggup menjalaninnya, dan perlu memberi pengertian arti pentingnya bekerja. Karena persiapan mental jujur saja ya tidak siap, tapi kalau banyak dukungan jadi semangat. Ibu bekerja seharian artinya tidak bisa update tentang tumbuh kembang anak, saya bertemu Lola seringnya saat dia baru bangun pagi dan malam hari ketika dia akan tidur. Sedih banget tapi saya bekerja untuk masa depan dia, supaya nanti bisa menuaikan hasil yang lebih baik lagi, hari gini uang sekolah TK aja udah mahal banget.

Perlu persiapan apa?
Yang pasti perlu pengasuh, saya akhirnya pakai jasa baby sitter supaya Lola bisa diasuh dengan nilai lebih, dan ternyata benar baby sitter yang sekarang bisa bahasa Inggris meski sedikit, dan dia bisa mengajarkan Lola kosa kata baru yang oleh ART lama saya tidak mungkin dilakukan, ditambah dia mengajarkan toilet training, kalau saya suka malas.
Selain pengasuh perlu juga persiapkan stok ASIP (ASI Perah). Iya saya kejar-kejaran sama stok ASI dan untung Lola sudah 1 tahun jadi menyusuinya juga tidak sebanyak dulu. Kemudian harus mengajari susternya memasak makanan balita dan kebiasaan Lola yang lainnya. Perlu waktu lama untuk penyesuaian tapi ya sedikit demi sedikit mulai mengerti.

Apa yang paling bikin kangen?
Tidur siang dengan Lola, huaaa itu adalah hal yang paling saya rindukan setiap hari. Tapi akhirnya ditebus saat weekend. Dan pastinya melihat dia sudah bisa banyak hal lah yang membuat saya sedih karena terlebih dahulu dilihat oleh orang rumah.

Manajemen waktu Lola gimana?
06.00 Bangun pagi dan main outdoor.
07.00 Sarapan pagi, nasi + lauk pauk + sayur.
08.00 Mandi pagi.
08.30 Minum ASIP dan tidur pagi.
11.00 Bangun dan camilan buah.
12.00 Makan siang, nasi + lauk pauk + sayur.
01.30 Minum ASIP dan tidur siang.
03.30 Bangun dan camilan pudding atau kue.
04.00 Main outdoor.
04.30 Makan malam nasi + lauk pauk + sayur.
05.30 Mandi sore.
06.00 Bunda pulang, horeee...
08.00 Tidur malam.

Semenjak ada pengasuh lebih teratur hidupnya Lola, karena sewaktu saya yang memegang Lola, lebih banyak sesuka hati saya jamnya, ditambah terkadang saya harus mengurus yang lain jadi waktunya suka berantakan.

Sudah 2 minggu merasakan kerja kantoran, kesimpulannya seru karena punya banyaaaaak me time yang sudah lama tidak pernah dirasakan, dan juga bisa berdandan lebih maksimal meski ya begitu-gitu saja karena terburu-buru juga setiap pagi. Menurut penelitian yang saya baca beberapa waktu lalu, ibu bekerja lebih bahagia karena dia bisa mengaktualisasikan dirinya untuk banyak hal lain yang lebih seru diluar rumah dan bersosialisasi lebih sering. Iyah bener saya merasakan sekali bisa berkreasi dan berekreasi dengan maksimal.

Jadi apapun titlenya mau WM atau FTM atau WHM, semua ada plus minus, tinggal dinikmati saja yang ada didepan mata. Karena semua perempuan kodratnya sama aja sebagai ibu dari seorang anak. Yang tahu apa yang terbaik ya kita sendiri. Bismillah. Saya bisa saja kembali menjadi ibu yang Stay at Home suatu hari nanti.

4 comments :

  1. wahhh..mantab mbak fifi, saya mendukung bangett... :)

    tapi saya salut juga lhoo...ternyata masih ada juga ya kesempatan kerja buat wanita yang udah married dan punya anak, sedangkan pengalaman selama ini kan agak susah... selamat dan semangat untuk status barunya mbak :)

    ReplyDelete
  2. Iyah ini bismillah :) Semoga bisa bagi waktu untuk semuanya.. Terima kasih ya..

    ReplyDelete
  3. Waaahhh... semoga sukses ya mbak :)

    ReplyDelete
  4. ketika harus jadi single parent dan turun gunung dari SAHM. aku bener2 dilemma. pilih kerja kantoran yg hasilnya lebih baik atau usaha dirumah biar bisa selalu sm anak walaupun penghasilannya blm pasti...

    kedua pilihan ini menurutku equal.
    walaupun sblm married ak bekerja, setelah pny baby bener2 sulit adaptasi behind d desk lagi.

    ReplyDelete