Monday, February 09, 2015

Kamar Tidur Lola - IKEA (Part 1)
2/09/2015

Kamar Tidur Lola - IKEA (Part 1)

(klik gambar untuk memperbesar dan melihat lebih detail)

Tidak ada yang lebih membuat saya sangat bersemangat saat ini ketika akhirnya berkesempatan untuk menyelesaikan kamar Lola. Pada awal kami pindah rumah (sudah hampir 2 tahun yang lalu), belum terpikir untuk menyelesaikan kamar Lola karena kami masih tidur bersama. Hingga akhirnya berhasil meyakinkan Lola untuk dapat tidur sendiri, mengingat dia sudah semakin besar usianya.

Saat ini kamarnya digunakan untuk bermain namun belum ada furniture yang sesuai untuk sebuah kamar tidur. Pada akhirnya, hari Minggu lalu kami berbelanja terakhir kalinya (edisi menyelesaikan furniture kamar Lola) ke IKEA Alam Sutera. Sebaiknya weekdays jika ingin berbelanja di IKEA, karena lebih leluasa dan tanpa mengantri panjang jika ingin menikmati IKEA Resaturant, sebab weekend itu luar biasa penuhnya.

Dalam mengumpulkan semua furniture ini tidak hanya 1 hari, saya menyelesaikannya dengan 3 kali kunjungan, karena beberapa kali saya merasa belum yakin ketika melihat barang aslinya di toko, kemudian kembali mencari model lainnya di website. Untuk aksesoris kamar akan saya post terpisah, karena beberapa barang masih belum di re-stock disana dan saya pun harus kembali ke IKEA.

Sebelum membeli, kami sepakat untuk membuat dekorasi kamar Lola dengan tampilan putih minimalis serta cat dinding berwarna biru toska seperti foto di atas, tidak lupa cat dindingnya jenis spotless, agar setiap terkena kotoran cukup dibersihkan dengan lap basah. Selain itu kami merasa budget-nya lebih wise jika memilih berbelanja di IKEA, selain serba lucu, harga disini reasonable.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan jika ingin berbelanja furniture di IKEA.
  1. Pastikan membuka website IKEA - www.ikea.co.id sebelum mendatangi toko, pilih barangnya, lalu Add to Shopping List (harus sign-up terlebih dahulu).
  2. Cek ketersediaan jumlah barang di Shopping List, baru mendatangi tokonya, agar tidak harus bolak-balik jika ternyata barangnya belum ada.
  3. Sesampainya di toko, jangan lupa fotolah keterangan lorong & rak tempat pengambilan barang pada tag yang menggantung.
  4. Di IKEA kita harus mengambil furniture sendiri menggunakan troli, jadi pastikan sudah difoto dimana penulisan lokasi lorong dan rak, agar tidak mengulang harus kembali ke tempat awal kita melihat furniture tersebut. IKEA sangat luas sekali.
  5. Disini kita tidak akan mendapatkan kantong belanja, jadi harus membelinya seharga Rp. 9,900, dan jika ingin menyelamatkan planet ini dari sampah, bawa kembali tas tersebut saat kembali berbelanja di IKEA.
  6. Semua barang akan dipasang sendiri. Saya senang memasangnya karena seperti bermain puzzle. Yang memasangnya saya, bukan suami, yah rasanya saya cukup seperti tukang sih hehehe.
  7. Bila merasa kesulitan membawa pulang barangnya, silahkan gunakan jasa delivery dimana Zona A (Tangerang, Jakarta Barat-Pusat-Selatan) Rp. 280.000 dan Zona B (Jakarta Utara-Timur, Bekasi, Depok) Rp. 390.000.
  8. Bila ternyata sulit dalam pemasangan furniture yang sudah dibeli, dapat menggunakan jasa service assembly seharga 8,5% dari total belanja atau minimum Rp. 200.000 (tidak termasuk biaya pengeboran dinding).
  9. Bila barang cacat, dapat dikembalikan.
Berbelanja di IKEA pun sebaiknya tidak sendiri, karena cukup sulit situasinya ketika barang akan dimasukan ke mobil. Troli tidak diperbolehkan keluar dari area drop off atau exit, jadi kendaraan harus keluar dari tempat parkirnya dan masuk ke area drop off. Untuk furniture besar, sebaiknya gunakan jasa delivery, daripada harus repot mengangkat dan mengaturnya ke dalam kendaraan.

Beberapa kali saya tidak menemukan petugas yang biasa menjaga dan membantu di area ini, sehingga cukup khawatir dengan barang belanjaan saya jika saya tinggalkan begitu saja untuk mengambil kendaraan. Mau tidak mau saya harus menunggu mereka datang. Saat saya meninggalkan troli pun tetap masih khawatir karena petugas pun akan sibuk membantu orang lain yang akan memasukan belanjaannya, apalagi ketika weekend, drop off area sangat hectic, sehingga troli saya tidak ada yang mengawasi. Berbelanja non furniture disini, barangnya tidak tertutup sempurna oleh kantong belanja, jadi bisa saja yang sedang lewat mengambil barang belanjaan kita jika tidak ada yang mengawasi. Andaikan troli diperbolehkan di dorong sampai ke mobil, rasanya hidup saya lebih simpel.

Dalam merencanakan kamar Lola, saya dan suami melibatkan Lola dalam mengambil keputusan mengenai pilihannya sendiri. Saya percaya jika dia terbiasa dalam mengambil keputusan dari usia dini, maka kelak besar nanti akan terbiasa mengambil keputusan yang baik untuk dirinya sendiri, karena dia bertanggung jawab untuk menyukai keputusan itu meski pada akhirnya mungkin saja dia akan suka atau tidak. Like it and accept it, girl.

Baiklah, sampai bertemu pada post selanjutnya ya, saya akan mendekor kamar Lola dalam minggu ini, semoga minggu depan saya bisa upload hasilnya. Mungkin progress-nya baru ditahap pemasangan, untuk final touch saya masih menunggu beberapa barang di IKEA yang belum sampai di toko. Sayang ya, IKEA itu jauh sekali dari rumah, melewati antar propinsi, hahahaha.

7 comments :

  1. Justru karena jauh nya itu jadi seru dan niat ke Ikea hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya bener, karena jauh si IKEA ini jadi ngangenin...

      Delete
  2. Kak Fifi, kalau agak ribet ngefotoin satu-satu tag kodenya bisa ambil kertas sama pensil yang tersedia di beberapa spot di lantai (showroom) atas yang udah disediain :D ditunggu postingan selanjutnya *penasaran mode: ON* hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, akhirnya setelah berkali-kali kesana, baru kunjungan kemarin, nulisnya pake pensil sama kertas. Itu juga yang nulis mas di IKEA-nya, hehehe. Kalau pake HP ke save jadi inget terus bentukannya (wishlist ini sih jadinya) kalau ternyata belum kebeli barangnya. Skrg masih menunggu dirapihkan dulu kamarnya :) Minggu depan postnya furniture aja hihihi.

      Delete
  3. Seru banget mbak proses bikin kamarnya Lola. Si kecil masih tidur sama aku nih, emg masih baby sih 22 bulan. Gak sabar mau bikin planning kayak gini juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya seru kataku, ngalahin antusiasnya ngedekor kamar sendiri. Kalau kamar anak barangnya kali ya yang gemes2, jadi semangat banget.

      Delete
  4. gak sabar rasanya nunggu hasil jadi kamar lolla :)

    ReplyDelete