Tuesday, April 14, 2015

Budget Bulanan Keluarga Kecil
4/14/2015

Budget Bulanan Keluarga Kecil

(Klik gambar untuk memperbesar, dan hanya dapat di-save menggunakan iPhone).

Kali ini saya berbagi cara dalam menuliskan pengeluaran harian rumah tangga. Sebagai ibu, saya ditugaskan untuk mengatur keuangan keluarga dan tentunya mencatat dengan baik buku besar kami. Beberapa poin diatas tidak semuanya digunakan, namun saya masukkan sebagai gambaran umum yang biasa digunakan oleh keluarga kecil.

Hal yang perlu diingat dalam membuat tabel Budget Bulanan Keluarga :
  1. Gunakanlah software seperti Microsoft Excel, dalam memudahkan membuat tabel dan menjumlahkan angka tanpa memerlukan kalkulator lagi.
  2. Simpan selalu struk belanja. Saya bahkan tidak pernah melewatkan struk parkir dan tol untuk dijumlahkan, karena ternyata cukup besar pengeluarannya per bulan, kisaran Rp. 400,000-an. Padahal saya tidak bekerja kantoran lagi, tapi sering berpergian.
  3. Saya selalu memisahkan pengeluaran Supermarket untuk Makanan dan Non Makanan, agar saya dapat tahu persis pengeluaran Supermarket (yang mana pengeluarannya paling besar pada tabel HOME diatas).
  4. Jumlah TOTAL selalu saya highlight dengan warna terang agar terlihat jelas dan mudah saat melihat perbandingannya dengan bulan sebelumnya. 
  5. Pada tabel OTHER, adalah cara saya untuk menekan pengeluaran rutin bulanan, karena ini jika tidak ada remnya akan terus membengkak. Sebab tabel BIG EXPENSES dan HOME sudah sulit untuk diubah angkanya lagi.
  6. Setiap akhir bulan saya selalu mengkalkulasi tabungan, namun saya menggunakan cara Pendapatan - Pengeluaran = hasil. Namun bisa juga menggunakan metode tuliskan saldo awal bulan dengan akhir bulan.
Metode menuliskan dengan rapih seperti ini sudah saya lakukan selama 5 tahun menikah, tidak pernah ada yang terlewatkan sedikit pun, sehingga saya dapat mengamati berapa pengeluaran keluarga ini secara umum. 5 tahun lalu, saya masih tinggal bersama orang tua dan belum memiliki anak, kali ini saya sudah memiliki rumah dan 2 anak dan pengasuh, sehingga jelas berbeda sekali apa yang harus kami keluarkan setiap bulannya.

Jika flashback, pengeluaran kami sekarang sudah 10-15 kali lipat dibandingkan 5 tahun lalu. Bukan main memang pengeluarannya sekarang (bukan main pusingnya juga, hehehe), ditambah lagi dengan hadirnya anak dan segala kebutuhannya. Namun saya yakin anak memang pembawa rejeki, maka In Shaa Allah akan terus diberikan kemudahan dalam membahagiakan mereka.

Silahkan dicoba ya jika ingin mengatur keuangan lebih rapih lagi. Tidak perlu financial planner jika sudah memahami keuangan sendiri dengan benar. Ingat setiap membuka komputer, langsung kalkulasikan seluruh struk belanja dan pengeluaran. Biasanya saya maksimal 7 hari untuk menyelesaikan tumpukan bon yang menumpuk di dompet.

Jangan lupa untuk melakukan review tahunan, melihat bagaimana potensi keuangan dan rencana untuk tahun berikutnya. Agar data tidak hilang, email Tabel Budget Bulanan selama 12 bulan ini setiap 31 Desember.

18 comments :

  1. Kyaaaa, suka banget tampilan webnya, headernya, aaah elegant bgt! Lafffff.
    Trus ya, Mba Fifi kok bisa sih, rajin banget ngumpulin struk? Itu tetap di dompet yang sama, atau bagaimana?

    Nuhun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi thank youuuuu.
      Iya aku selalu naro struk di dompet yang sama tapi beda slotnya, jadi ga kecampur sama uang. Biar ga penuh pokoknya tiap buka laptop langsung masukin Excel itu isi struk hahaha.

      Delete
  2. Sama hobiku jg bikin laporan keuangam rumah tangga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi menyenangkan ya bikin beginian, yang ga menyenangkan kalau pengeluaran lagi banyak hahaha.

      Delete
  3. Haduh, saya masih kurang konsisten ini huhu *getok*
    Baiklah, mari kita mulai!
    Thanks, Mbak Fi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Good luck yaaaa, hayooo semangattt.. :D

      Delete
  4. Makasih sharingnya, Mbak.. Bakalan berguna banget kalok aku uda berumah tangga nantik :D

    ReplyDelete
  5. Ka fifi, thanks posting nya, bermanfaat banget... pas banget...
    semoga bisa dipraktekkan continus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Good luccckkk yaaa, semoga jangan berhenti di tengah jalan nyatetnya, hihi..

      Delete
    2. Wah aku baru baca, gegara liat tabel di sebelah kanan. Makasih ya Mbaa udah sharing. penting banget iniih

      Delete
    3. Sama-sama, semoga bermanfaat :)

      Delete
  6. Replies
    1. Hihi kalau ga rajin, suka bikin penasaran kemana larinya uang-uang itu, hahahaha. Mendingan di catet jadi tahu :D

      Delete
  7. Haii mbak Fifi, detail sekali daftarnya. Aku jadi termotivasi bikin catatan keuangan dengan lebih rapi :D Sejak mulai merintis usaha bareng calon suami, aku mulai belajar membuat laporan keuangan minimalis. Tapi teteeeppp aja ketika dibuka beberapa minggu kemudian, jadi suka bingung "ini kenapa untung bersih dan yang yang disetor ke bank bisa selisih ya?" atau "waktu itu kenapa di italic ya, maksudnya apa?" hehehe. Semoga ketika sudah menikah nanti bisa lebih runut dan rinci bikinnya. Makasih ya mbak inspirasinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi.. sama-sama.... Dulu jaman belum nikah, boro-boro bikin beginian, begitu anak udah 2, langsung kerasa banget manfaat nulis beginian dari pas jaman baru nikah. Keuangan jadi aman terkendali :)

      Delete