Yogya Trip 2 (Goa Pindul & Kalibiru)

Monday, November 21, 2016

"Girls trip for the adrenalin junkie", 2016

Kali ini kita lebih seru lagi perjalanannya, satu jam dari Jogja, Kalibiru namanya. Indah sekali pas lihat dari bukit, ya walau perjuangan buat naik ke atas cukup ekstrim (enaknya sih pake ojek security, hahaha). Kemiringan naik bukitnya 45 derajat dan itu tinggi loh nanjaknya buat sampai ke lokasi loket (dari parkiran).

Kalau mau foto, bayar tiketnya berdasarkan spot yang kita pilih. Ada yang buat sendiri, atau ramai-ramai. Tiket Masuknya Rp 10.000, Spot High Rope Game Rp 35.000, Spot Foto Rp. 10.000 - Rp. 15.000 per orang. Nah akumulasi waktu juga digunakan disini, misalnya foto di spot panggung ber 3, jadi 3 menit dikali 3 sama dengan 9 menit selama diatas.

Karena ga mau antri panjang (FYI antriannya gila kata orang) jadi kita dateng pas baru buka jam 8 pagi. Eh tapi hujan jadi spot tidak ada yang buka, alhasil ambil nomor antrian dan kita nongkrong makan mie rebus dibawah saung dengan iringan hujan.

Pas sesi foto kita akan dipakaikan pengaman jadi tidak perlu khawatir jatuh, plus ADA FOTOGRAFER PROFESIONAL! Hahaha penting ya. Asli saya pikir kita cuma pake handphone titip fotoin. Udah gitu mereka juga pake lighting biar hasilnya ga gelap. In the end, hasil foto bisa di copy ke USB (penting bawa USB kesini). Saya lupa deh dapet berapa foto, tapi kita bayar lagi buat ambil banyak stok fotonya.

Secara kesimpulan, oke lah buat punya foto cantik dengan pemandangan indah. Yang saya suka disini toiletnya bersih-bersih banget. Jadi kalau mampir ke Kalibiru sebaiknya dari belum buka ya tempatnya, soalnya pas kita selesai foto antrian sudah mengular panjang.


Nah foto cantik udah, sekarang waktunya yang agak ekstrem. Menuju ke Goa Pindul, yang bahasa kerennya kalau disini adalah Cave Tubing. Untuk kesini sih jauh sekali menurut saya dan berliku-liku, ya untung kita sih tinggal bobo tahu-tahu sudah sampai, hihi.

Pas nyampe, rameeeeeee sekaliiiiiiii. Berhubung buka dari pagi namun kita sampainya siang bolong, jadi keramaian agak berkurang karena semua lagi pada makan siang. Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 meter, lebar hingga 5 meter, jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter, dan kedalaman air sekitar 5-12 meter (kebayang ga?).

Biaya Retribusi Lokasi Rp.10.000 per orang.
Paket Cave Tubing Rp. 35.000 per orang.
(termasuk jasa pemandu, perlengkapan ban pelampung, jaket pelampung, dan asuransi).

Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. Untuk waktu tempuh sekitar 45 menit.  Jadi cave tubing hampir sama dengan rafting. Tapi cave tubing menyusuri gua menggunakan ban dalam (bannya gede banget). Anak kecil dan yang lagi hamil boleh naik, karena kondisinya sih ga ada arus, jadi kayak lagi berenang aja tapi kita duduknya di ban.

Secara lokasi sih ya ga bersih tapi cuek aja deh. Di zona terang ada spot untuk loncat dari tebing dan kita semua nyobain. SERUUUU! Kebayang ga sih deg-degannya, karena naik ke tebing licin itu susah banget dan harus loncat ke spot yang benar (kalau ga bisa nabrak bebatuan). Kita sibuk loncat bolak-balik, orang-orang cuma ngeliatin aja, hahaha. Ini ibu-ibu kok bahagia amat.

Udah loncat, mau naik ban nanggung jadi aja berenang di sungai judulnya. Duuuuuh aslik kapan terakhir ke sungai? Ga inget juga pernah berenang di sungai, apa belom pernah. Well buat kita sih ini pengalaman tak terlupakan sekali.

Usai main, kita bisa mandi di toilet-toilet umum (berbayar). Berhubung ada banyak, cari yang paling bagus dan baru, supaya toiletnya oke. Kemarin saya lupa dimana lokasinya, tapi toiletnya kinclong banget dan super bersih, padahal toilet yang lokasi lain pada horor dan jorok.


Selesai bermain ternyata masih lanjut naik Jeep Off Road. Sebetulnya saya antara menyesal dan tidak sih ikut ini, hahahaha. Menyesal kalau kenapa-kenapa ya bhay! Soalnya pas naik tuh ga ada seat belt dan ga ada pengaman apapun. Plus kalau terjadi apa-apa tidak diasuransikan (well tidak rekomen).

Emang kayak apa rasanya? GILA sih! hahaha. Bayangin aja ngebut dijalanan lurus sampe mau terbang rasanya pegangan handle di belakang mobil. Pas sampai lokasi off road, ternyata ekstrim! Bayangin aja mobilnya nyemplung ke sungai dan lumpur, kebayang ga sih mobil tenggelem, terus ya ajrut-ajrutan parah banget. Malahan ada yang miring 45 derajat, mobilnya kayak mau kebalik, huhu.

Tapi berhubung sudah berlalu sih kita semua happy, soalnya pengalaman baru yang cukup EDUN buat kita yang ibu-ibu ini, hihi. Yang ga bisa lupa sih teriak melulu saking hebohnya, belok dikit teriak, nanjak dikit teriak, seneng kali ya supirnya ngerjain ibu-ibu.

  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. Belum pernah nyobai offroadnya, kayaknya seruu :D

    ReplyDelete